Kisah Cinta Terindah Rasulullah SAW
Ada banyak kisah cinta yang terjadi di muka bumi ini. Namun teladan dari
kisah cinta terbaik tentunya hanya datang dari insan terbaik sepanjang
masa yaitu Rasulullah SAW.
Bukan hanya terbaik, namun kisah cinta ini juga merupakan kisah cinta
yang terindah. Hal ini memang sangat fenomenal. Pasalnya meskipun sang
belahan hati telah meninggalkannya, namun cinta Rasulullah SAW tidak
pernah berhenti. Bahkan hingga akhir hayatnya beliau tetap menyimpan
rasa cinta tersebut.
Oleh sebab itu, kisah cinta ini layak disebut cinta sejati yang
sebenar-benarnya. Penasaran seperti apa kisah cinta Rasulullah SAW ? Dan
siapakah wanita yang menjadi belahan jiwa Rasulullah SAW tersebut ?
Berikut ringkasan selengkapnya.
Dalam perjalanan dakwahnya, ada sosok wanita yang selalu setia
mendampingi Rasulullah SAW yaitu Khadijah binti Khuwailid. Ia merupakan
istri pertama yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW.
Bahkan setelah kematiannya, Rasulullah SAW enggan untuk kembali menikah.
Sebab bagi beliau, Khadijah merupakan sosok terbaik yang bisa
mendampinginya. Bukan hanya itu, Rasulullah SAW bahkan mengatakan bahwa
Khadijah merupakan salah satu dari empat golongan wanita yang masuk
surga pertama kali.
Kisah cinta ini bermula dari pertemuan Khadijah dan Rasulullah SAW yang
ketika itu bekerja menjalankan usaha milik Khadijah. Dikarenakan
kepribadiannya yang baik dan mulia, membuat Khadijah jatuh hati kepada
Rasulullah SAW. Maka Khadijah pun melamar Rasulullah SAW.
Alangkah bahagianya hati Khadijah tatkala mengetahui bahwa Rasulullah
SAW menerima lamarannya tersebut. Ternyata Nabi Muhammad SAW pun
sebelumnya telah jatuh hati kepada Khadijah. Bagaimana tidak, Khadijah
merupakan sosok wanita terhormat yang cantik dan kaya raya. Selain itu
ia juga memiliki sikap yang baik dan mulia.
Meskipun perbedaan umur diantara keduanya cukup jauh berbeda, namun hal
tersebut tidak memadamkan api cinta diantara keduanya. Rasulullah SAW
yang ketika itu masih berumur 25 tahun menikahi Khadijah yang telah
berumur 40 tahun.
Setelah menikah kehidupan mereka amat sangat bahagia, hingga akhirnya
dikarunia 7 orang anak. Beberapa diantaranya adalah Qasim, Abdullah,
Ummu Kalsum, Ruqayyah dan Fatimah. Bagi Khadijah sosok Rasulullah SAW
tidak bisa digantikan dengan harta dan kekuasaan setinggi apapun dan
semua yang dimiliki Khadijah hanya sebesar sayap seekor nyamuk bila ia
tidak bisa hidup dengan Rasulullah SAW.
Disamping itu Khadijah merupakan wanita pertama yang memeluk Islam.
Selama ia mendampingi Rasulullah SAW, Khadijah tidak pernah sama sekali
meninggalkan dan mengeluh di hadapan beliau. Bahkan setelah mereka
menikah, ia dengan ikhlas memberikan harta yang dimilikinya untuk
berdakwah.
Ketika Rasulullah SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya di Gua Hira',
dengan sabarnya Khadijah pun menenangkan dan menyelimuti Rasulullah SAW
yang saat itu ketakutan hingga menggigil.
Bahkan ketika Nabi Muhammad dihina, difitnah dan ketika tidak ada umat
yang percaya kepada beliau, Khadijah selalu setia berada disisi
Rasulullah SAW. Ia senantiasa meyakini apa yang didakwahkan oleh Nabi
Muhammad SAW.
Ia selalu membela suaminya dengan harta dan jiwanya dalam menegakkan
kalimat Tauhid. Selain itu, Khadijah juga merupakan sosok yang selalu
menghibur Rasulullah SAW dalam duka derita yang dialami oleh beliau dari
gangguan kaumnya yang masih ingkar terhadap kebenaran agama Islam.
serta ia juga menangkis segala caci maki yang dilancarkan oleh
bangsawan-bangsawan dan hartawan Quraisy kepadanya.
Maka sudah selayaknyalah bila Khadijah mendapatkan keistimewaan khusus
yang tidak dimiliki oleh wanita lain yaitu menerima ucapan salam dari
Allah SWT yang disampaikan oleh malaikat Jibril melalui Rasulullah SAW
serta salam pribadi dari malaikat Jibril untuk Khadijah dan syurga yang
dipersiapkan untukknya.
Khadijah mendampingi Rasulullah SAW selama kurang lebih 26 tahun yang
terbagi atas dua periode. Periode pertama selama 16 tahun ketika
Rasulullah SAW belum diangkat menjadi nabi dan 10 tahun setelah masa
kenabian. Khadijah menjadi wanita pertama dan satu-satunya yang dicintai
oleh Rasulullah SAW. Kisah cinta sejati ini dipisahkan hanya oleh
kematian. Bahkan tahun wafatnya disebut sebagai "Tahun Kesedihan" atau
'Aamul Huzni.
Meski Khadijah telah meninggal, namun Rasulullah SAW enggan untuk
menikah kembali. Hal ini terbukti ketika setahun setelah kematian
Khadijah, seorang wanita shahabiyyah yang menemui Rasulullah dan
bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah lagi ? Engkau
memiliki keluarga dan harus menjalankan seruan besar."
Sambil menangis Rasulullah SAW menjawab, "Masih adakah orang selain Khadijah?"
Sambil menangis Rasulullah SAW menjawab, "Masih adakah orang selain Khadijah?"
Dan kalau saja Allah SWT tidak memberikan perintah agar Rasulullah SAW
menikah kembali, maka pastilah beliau tidak akan menikah untuk
selama-lamanya. Rasulullah SAW menikahi Khadijah layaknya para lelaki
yang menikahi gadis pilihannya. Sementara pernikahan setelah itu
hanyalah karena tuntutan risalah Nabi SAW. Bahkan setelah 14 tahun
kematian Khadijah, Rasulullah SAW tidak pernah dapat melupakan istrinya
tersebut.
Pernah suatu ketika Rasulullah SAW merasa jantungnya berdetak cepat
tatkala mendengar suara yang amat sangat mirip dengan istri pertamanya
tersebut. Dan beliau pun kaget ketika mendapati sumber suara yang
ternyata adalah Halah yang merupakan saudara dari Khadijah.
Dalam sebuah riwayat juga diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW sedang
bercengkrama di depan rumahnya. Tiba-tiba melintaslah seorang wanita
tua. Maka Rasulullah segera mempersilahkan perempuan tua itu masuk ke
dalam rumah, dan digelarnya sorban sebagai alas duduknya. Lalu keduanya
berbincang-bincang. Dan setelah perempuan tua itu berlalu maka Aisyah
pun menanyakan perihal tamu yang sangat istimewa tersebut.
Rasulullah SAW pun menjelaskan, “Perempuan tua itu mengingatkanku pada
Khadijah, saat dia masih hidup, perempuan itu sering datang kerumahnya,
dan Khadijah selalu menyambutnya dengan penuh rasa hormat. Aku
menghormatinya sebagaimana Khadijah dulu melakukannya.”
Seperti wanita normal lainnya, Aisyah pun cemburu mendengar penuturan
tersebut hingga tak sadar ia berkata, "Masih saja menyebut perempuan
yang sudah mati itu. Bukankah sekarang telah ada perempuan pengganti
yang lebih baik dari dirinya?"
Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah SAW nampak memerah raut
wajahnya. Beliaupun berkata, “Aisyah perlu kau tahu, Allah SWT tidak
akan mendatangkan pengganti sebaik atau lebih baik dari Khadijah! Tidak
akan lagi ada perempuan seperti dia. Ia telah terjaga akan kenabianku
ketika orang lain terlelap berselimut jahiliyah, ia juga selalu
membenarkan ucapanku saat yang lain menganggapnya sebagai dusta, Ia
bahkan tak segan memberikan seluruh hartanya padaku dengan ikhlas saat
orang lain menyembunyikan tangan, dan darinya Allah memberiku keturunan
ketika dari istriku yang lain tidak. Kau perlu tahu semua itu, Aisyah!"
Mulai saat itu Aisyah pun memahami seberapa besar cinta Nabi Muhammad
SAW kepada Khadijah. Bahwa kematian tidak mematikan rasa cinta sang Nabi
kepada Khadijah, istri pertamanya. Dimana posisinya sangat istimewa dan
tidak tergantikan oleh siapapun.
sumber:http://abiummi.com/6-cerita-romantis-islami-di-zaman-rasulullah/ 
Komentar
Posting Komentar